Assalamua'laikum wr.wb.
Kelahiran merupakan hal yang sangat dinanti-nanti bagi para pasutri terutama kelahiran anak pertama.
Kata ibu saya, ketika melahirkan seperti satu kaki sudah berada di dalam kuburan. Mungkin artinya proses melahirkan sangat sakit terlebih lagi pertama kali. Syukurlah, saya dilahirkan sebagai laki laki sehingga tidak pernah merasakannya.
Rasa sakit saat melahirkan disebabkan area vulva melebar dan robek saat keluar karena ukuran kepala dan bahu bayi lebih besar dari lubang vagina yang dapat terbuka.
Rasa sakit tersebut merupakan petunjuk bagi dokter dan/atau bidan untuk menilai maju tidaknya proses melahirkan. Sangat penting menilai maju tidaknya proses melahirkan karena hal tersebut menentukan dokter dan/atau bidan dalam mengambil keputusan untuk bertindak.
Dalam ilmu kedokteran obstetri, melahirkan itu dibagi menjadi 4 tahap yang diistilahkan dengan kala 1–4. Setiap kala ini memiliki durasi waktu tersendiri. Rasa sakit ini mulai dari kala 1 sampai akhir kala 2.

Bila si ibu di beri obat penghilang rasa sakit (anestesi epidural) maka, dokter ataupun bidan tidak dapat mengevaluasi apakah proses kelahiran maju dari kala 1 ke kala 2, kala 2 ke kala 3 atau tidak ada kemajuan sama sekali. Hal tersebut tentunya sangat membahayakan keselamatan bagi ibu dan bayinya.
Jadi bagi dokter maupun bidan, rasa sakit saat melahirkan merupakan anugrah. Memang terdengar kejam, tapi itulah kenyataannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar