Teknologi pada dasarnya diciptakan untuk memudahkan manusia dalam beraktivitas. namun, kemajuan teknologi ibarat 2 mata pisau. mempunyai dampak positif sekaligus dampak negatif. seperti zaman sekarang, berbagai macam jenis gadget telah bermunculan entah itu smartphone, tab, dan komputer.
Di zaman sekarang, bagi pasangan yang baru memiliki anak, pastinya dong akan merasakan capeknya merawat dan mengurus anak, belum lagi dengan urusan pekerjaan dan urusan lainnya. kadang di saat sedang sibuk mengerjakan suatu urusan, anak-anak tiba-tiba rewel. Tentu saja tidak mudah untuk menenangkan anak, sehingga kadang orang tua mengambil jalan pintas berupa memberikan gadget kepada anak agar anak tidak rewel.
Tahukah anda, anak usia 0- 5 tahun merupakan masa keemasan (golden age) untuk tumbuh kembang anak yang paling krusial. Ketika anak-anak berada di masa keemasan, semua informasi akan diserap dengan cepat. Mereka menjadi peniru yang andal, dan mereka lebih pintar dari yang kita kira, mereka lebih pintar dari kelihatannya dan akan menjadi dasar untuk pembentukan karakter, kepribadian, dan kemampuan kognitif. Jadi kita seharusnya tidak pernah meremehkan anak-anak pada usia itu. [1]
Smartphone tidak hanya membahayakan anak-anak, karena ada juga efek positif, berupa pola pikir anak-anak, membantu meningkatkan kemampuan otak kanan, mengatur kecepatan bermain, melatih strategi dalam permainan mereka selama dalam pengawasan yang tepat. Namun di balik kelebihan ini lebih banyak didominasi oleh dampak negatif yang mempengaruhi perkembangan anak. Salah satunya adalah radiasi yang dapat merusak jaringan saraf dan otak anak-anak bila anak-anak sering menggunakan smartphone. Selain itu, juga bisa mengurangi aktivitas anak dan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak menjadi lebih individual didalam zona nyaman sehingga mereka memiliki sikap kurang peduli terhadap teman dan bahkan keadaan sekitar. Karena itu, sangat penting untuk dipahami pengaruh smartphone, terutama bagi orang tua. [1]
Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Pediatric Academic Societies menyimpulkan bahwa setiap tambahan 30 menit waktu yang digunakan untuk bermain gadget dapat meningkatkan risiko keterlambatan bicara sebesar 49% [2]
Tanda-tanda anak usia dini yang kecanduan gadget:
- Kehilangan keinginan untuk bergerak;
- Bicara tentang teknologi terus menerus;
- Cenderung sering menolak perintah bila hal itu mencegah mereka mengakses gadget;
- Sensitif atau mudah tersinggung, menyebabkan suasana hati yang mudah berubah;
- Egois, sulit untuk berbagi waktu dalam menggunakan gadget dengan orang lain;
- Sering berbohong, dengan kata lain anak akan melakukan apa saja untuk tetap dapat menggunakan gadget meskipun itu mengganggu tidur mereka waktu. [2]
Berikut cara membatasi penggunaan smart phone untuk anak-anak yang disarankan oleh American Academy of Pediatrics (AAP):
- Jauhkan TV, telepon pintar, dan internet dari anak kamar
- Mengawasi apa yang diakses anak anda saat bermain smartphone.
- Jangan pernah gunakan smartphone untuk menenangkan anak yang menangis atau untuk menidurkan. Gunakan media TV, video, dan aplikasi untuk membahas nilai-nilai kehidupan yang diadopsi oleh keluarga.
- Gunakan alasan yang tepat ketika membatasi anak-anak menggunakan TV, media digital dan internet [1]
referrensi
[1] I Dewa Alit Dwija Putra, Fitri Rahmawati. Educating Smartphone Use in Early Childhood, Through Designing Parenting Books Illustrations. 6th Bandung Creative Movement International Conference in Creative Industries 2019.
[2] Nirwana, A.Musda Mappapoleonro, Chairunnisa. The Effect of Gadget Toward Early Childhood Speaking Ability. Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies. STKIP Kusuma Negara Jakarta.2018.
